: For the Madurese in Kalimantan, their identity as Madurese and their relationship with their ancestral land (Madura) played a significant role in their response to the conflict. The feeling of being away from their homeland and facing discrimination contributed to their plight.
Berikut adalah poin-poin utama tanggapan masyarakat Madura berdasarkan sudut pandang yang berbeda: tanggapan orang madura terhadap perang sampit
Orang Madura menyadari bahwa hidup dalam konflik terus-menerus tidak akan membawa kemajuan. Oleh karena itu, melalui berbagai pertemuan adat dan mediasi pemerintah, masyarakat Madura menunjukkan niat baik untuk berdamai. Mereka menghormati syarat-syarat adat yang ditetapkan dan berusaha memperbaiki hubungan dengan saudara etnis Dayak demi masa depan Kalimantan yang harmonis. 5. Keinginan untuk Kembali dan Memulai Baru : For the Madurese in Kalimantan, their identity
: The Madurese in Sampit were often seen as economic competitors by the indigenous Dayak population. Tensions over resources and economic opportunities contributed to the friction between the two groups. Oleh karena itu, melalui berbagai pertemuan adat dan